Friday, February 22, 2013

Posted by Unknown On 12:56 AM

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.
Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor seperti buah kemukus yang telah dikeringkan.
Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda.Panjang "ekor" komet dapat mencapai jutaan km. Beberapa komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.
Bagian-Bagian Komet
Bagian-bagian komet terdiri dari inti, koma, awan hidrogen, dan ekor. Bagian-bagian komet sebagai berikut.
    Inti, merupakan bahan yang sangat padat, diameternya mencapai beberapa kilometer, dan terbentuk dari penguapan bahan-bahan es penyusun komet, yang kemudian berubah menjadi gas.
    Koma, merupakan daerah kabut atau daerah yang mirip tabir di sekeliling inti.
    Lapisan hidrogen, yaitu lapisan yang menyelubungi koma, tidak tampak oleh mata manusia. Diameter awan hidrogen sekitar 20 juta kilometer.
    Ekor, yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika komet lewat di dekat Matahari.
Inti komet adalah sebongkah batu dan salju. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari Matahari. Bagian ekor suatu komet terdiri dari dua macam, yaitu ekor debu dan ekor gas. Bentuk ekor debu tampak berbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk lurus. Koma atau ekor komet tercipta saat mendekati Matahari yaitu ketika sebagian inti meleleh menjadi gas. Angin Matahari kemudian meniup gas tersebut sehingga menyerupai asap yang mengepul ke arah belakang kepala komet. Ekor inilah yang terlihat bersinar dari bumi. Sebuah komet kadang mempunyai satu ekor dan ada yang dua atau lebih.
Jenis-Jenis Komet
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
  • Komet berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat jauh melalui daerah-daerah yang sangat dingin di angkasa sehingga berkesempatan menyerap gas-gas daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati Matahari, komet tersebut melepaskan gas sehingga membentuk koma dan ekor yang sangat panjang. Contohnya, komet Kohoutek yang melintas dekat Matahari setiap 75.000 tahun sekali dan komet Halley setiap 76 tahun sekali.
  • Komet berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya sangat pendek sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang dilaluinya. Ketika mendekati Matahari, komet tersebut melepaskan gas yang sangat sedikit sehingga hanya membentuk koma dan ekor yang sangat pendek bahkan hampir tidak berekor. Contohnya komet Encke yang melintas mendekati Matahari setiap 3,3 tahun sekali.
Nama-nama Komet
Sekarang telah dikenal banyak nama komet, antara lain sebagai berikut.
  • Komet Kohoutek.
  • Komet Arend-Roland dan Komet Maikos yang muncul pada tahun 1957.
  • Komet Ikeya-Seki, ditemukan pada bulan September 1965 oleh dua astronom Jepang, yaitu Ikeya dan T. Seki.
  • Komet Shoemaker-Levy 9 yang hancur pada tahun 1994.
  • Komet Hyakutake yang muncul pada tahun 1996.
  • Komet Hale-Bopp yang muncul pada tahun 1997 dan lainnya.
  • Komet Lovejoy
  • Komet Halley terakhir muncul pada tahun 1986 dan muncul setiap 76 tahun.
  • Komet Elenin
  • Komet Encke komet ini merupakan salah satu dengan orbit terpendek yaitu 3 tahun sekali.
  • Komet Brooks Ditemukan Juli 1911 penemunya William Robert Brooks dan nama belakangnya dijadikan nama komet ini.
  • Komet Lulin Ditemukan pada 11 Juli 2007.
  • Komet Hartley Komet ini nampak setiap 6 tahun sekali.
  • Komet Kopff namanya berasal dari nama penemunya yaitu August Kopff . Diperkirakan nampak setiap 6 tahun sekali.
  • Komet Swan
  • Komet Bode ditemukan oleh Johann Elert Bode.
  • Komet Holmes ditemukan oleh Edwin Holmes.
Posted by Unknown On 12:53 AM
Saturnus adalah sebuah planetdi tata surya yang dikenal juga sebagai planet bercincin, dan merupakan planet terbesar kedua di tata surya setelah Jupiter. Jarak Saturnus sangat jauh dari Matahari, karena itulah Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. Saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. Setiap 378 hari, Bumi, Saturnus dan Matahari akan berada dalam satu garis lurus. Selain berevolusi, Saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu 10 jam 40 menit 24 detik.
Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfertersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.
Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit. Cincin ini terentang dari 6.630 km - 120.700 km di atas atmosfer Saturnus.
Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh di antaranya cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius) dan Iapetus.
Bentuk fisik
Besar Saturnus dibandingkan dengan Bumi.
Saturnus memiliki bentuk yang diratakan di kutub dan dibengkakkan keluar disekitar khatulistiwa. Diameter khatulistiwa Saturnus sebesar 120.536 km (74.867 mil) dimana diameter dari Kutub Utara ke Kutub Selatan sebesar 108.728 km (67.535 mil), berbeda sebesar 9%. Bentuk yang diratakan ini disebabkan oleh rotasinya yang sangat cepat, merotasi setiap 10 jam 14 menit waktu Bumi. Saturnus adalah satu-satunya Planet di tata surya yang massa jenisnya lebih sedikit daripada air. Walaupun inti Saturnus memiliki massa jenis yang lebih besar daripada air, planet ini memiliki atmosfer yang mengandung gas, sehingga massa jenis relatif planet ini sebesar is 0.69 g/cm³ (lebih sedikit daripada air), sebagai hasilnya, jika Saturnus diletakan di atas kolam yang penuh air, Saturnus akan mengapung.

Komposisi

Bagian luar atmosfer Saturnus terbuat dari 96.7% hidrogen dan 3% helium, 0.2% metana dan 0.02% amonia. Pada atmosfer Saturnus juga terdapat sedikit kandungan asetilena, etana dan fosfin

Awan

Awan Saturnus, seperti halnya Yupiter, merotasi dengan kecepatan yang berbeda-beda bergantung dari posisi lintangnya. Tidak seperti Yupiter, awan Saturnus lebih redup dan awan Saturnus lebih lebar di khatulistiwa. Awan terendah Saturnus dibuat oleh air es dan dengan ketebalan sekitar 10 kilometer. Temperatur Saturnus cukup rendah, dengan suhu 250 K (-10°F, -23°C). Awan di atasnya, memiliki ketebalan 50 kilometer, terbuat dari es amonium hidrogensulfida (simbol kimia: NH4HS) dan di atas awan tersebut terdapat awan es amonia dengan ketebalan 80 kilometer. Bagian teratas dibuat dari gas hidrogen dan helium, dimana tebalnya sekitar 200 dan 270 kilometer. Aurora juga diketahui terbentuk di mesosfer Saturnus. Temperatur di awan bagian atas Saturnus sangat rendah, yaitu sebesar 98 K (-283 °F, -175 °C). Temperatur di awan bagian dalam Saturnus lebih besar daripada yang diluar karena panas yang diproduksi di bagian dalam Saturn. Angin Saturnus merupakan salah satu dari angin terkencang di Tata Surya, mencapai kecepatan 500 m/s (1.800 km/h, 1.118 mph), yang jauh lebih cepat daripada angin yang ada di Bumi.
Pada Atmosfer Saturnus juga terdapat awan berbentuk lonjong yang mirip dengan awan berbentuk lonjong yang lebih jelas yang ada di Yupiter. Titik lonjong ini adalah badai besar, mirip dengan angin taufan yang ada di Bumi. Pada tahun 1990, Teleskop Hubble mendeteksi awan putih didekat khatulistiwa Saturnus. Badai seperti tahun 1990 diketahui dengan nama Bintik Putih Raksasa, badai unik Saturnus yang hanya ada dalam waktu yang pendek dan muncul setiap 30 tahun waktu Bumi. Bintik Putih Raksasa juga ditemukan tahun 1876, 1903, 1933dan tahun 1960. Jika lingkaran konstan ini berlanjut, diprediksi bahwa pada tahun 2020 bintik putih besar akan terbentuk kembali.
Pesawat angkasa Voyager 1mendeteksi awan heksagonal didekat kutub utara Saturnus sekitar bujur 78° utara. Cassini-Huygens nantinya mengkonfirmasi hal ini tahun 2006. Tidak seperti kutub utara, kutub selatan tidak menunjukan bentuk awan heksagonal dan yang menarik, Cassini menemukan badai mirip dengan siklon tropis terkunci di kutub selatan dengan dinding mata yang jelas. Penemuan ini mendapat catatan karena tidak ada planet lain kecuali Bumi di tata surya yang memiliki dinding mata.

Inti Planet

Inti Planet Saturnus mirip dengan Yupiter. Planet ini memiliki inti planet di pusatnya dan sangat panas, temperaturnya mencapai 15.000 K (26.540 °F, 14.730 °C). Inti Planet Saturnus sangat panas dan inti planet ini meradiasi sekitar 21/2kali lebih panas daripada jumlah energi yang diterima Saturnus dari Matahari. Inti Planet Saturnus sama besarnya dengan Bumi, namun jumlah massa jenisnya lebih besar. Diatas inti Saturnus terdapat bagian yang lebih tipis yang merupakan hidrogen metalik, sekitar 30.000 km (18.600 mil). Diatas bagian tersebut terdapat daerah liquid hidrogen dan helium. Inti planet Saturnus berat, dengan massa sekitar 9 sampai 22 kali lebih dari massa inti Bumi.

Satelit alami

Saturnus memiliki 59 satelit alami, 48 di antaranya memiliki nama. Banyak satelit Saturnus yang sangat kecil, dimana 33 dari 50 satelit memiliki diameter lebih kecil dari 10 kilometer dan 13 satelit lainnya memiliki diameter lebih kecil dari 50 km. 7 satelit lainnya cukup besar untuk, dimana satelit tersebut adalah Titan, Rhea, Iapetus, Dione, Tethys, Enceladusdan Mimas. Titan adalah satelit terbesar, lebih besar dari planet Merkurius dan satu-satunya satelit di atmosfer yang memiliki atmosfer yang tebal. Hyperion dan Phoebeadalah satelit terbesar lainnya, dengan diameter lebih besar dari 200 km.
Di Titan, satelit terbesar Saturnus, satelit Desembertahun 2004 dan satelit Januari tahun 2005banyak foto Titan diambil oleh Cassini-Huygens. 1 bagian dari satelit ini, yaitu Huygens mendarat di Titan.
Penamaan
Nama alternatif
Zohal
Ciri-ciri orbit
Epos J2000
Aphelion
1.513.325.783 km
10,115 958 04 SA
Perihelion
1.353.572.956 km
9,048 076 35 AU
Sumbu semi-mayor
1.433.449.370 km
9,582 017 20 AU
Eksentrisitas
0,055 723 219
Periode orbit
10.832,327 hari
29,657 296 tahun
Periode sinodis
378,09 hari
Kecepatan orbit rata-rata
9,69 km/s
Anomali rata-rata
320,346 750°
Inklinasi
2,485 240° ke Ekliptika
5,51° ke ekuator Matahari
0,93° ke bidang invariabel
Bujur node menaik
113,642 811°
Argumen perihelion
336,013 862°
Satelit
~ 200 yang teramati (61 dengan orbit yang aman
Ciri-ciri fisik
Jari-jari khatulistiwa
60.268 ± 4 km
9,4492 Bumi
Jari-jari kutub
54.364 ± 10 km
8,5521 Bumi
Kepepatan
0,097 96 ± 0,000 18
Luas permukaan
4,27×1010 km²
83,703 Bumi
Volume
8,2713×1014 km³
763,59 Bumi
Massa
5,6846×1026 kg
95,152 Bumi
Massa jenis rata-rata
0,687 g/cm³
(kurang dari air)
Gravitasi permukaan di khatulistiwa
8,96 m/s²
0,914 g
Kecepatan lepas
35,5 km/s
Hari sideris
0,439 – 0,449 hari
(10 j 32 – 47 men)
Kecepatan rotasi
9,87 km/s
35 500 km/jam
Kemiringan sumbu
26,73°
Asensio rekta bagi Kutub Utara
2 jam 42 men 21 det
40.589°
Deklinasi bagi Kutub Utara
83,537°
Albedo
0,342 (terikat)
0,47 (geometrik)
Suhu permukaan
   level 1 bar
   0,1 bar
min
rata-rata
maks

134 K


84 K

Magnitudo tampak
+1,2 sampai -0,24
Diameter sudut
14,5" — 20,1"
(tidak termasuk cincin)
Atmosfer
Tinggi skala
59,5 km
Komposisi
~96%
Hidrogen (H2)
~3%
Helium
~0,4%
Metana
~0,01%
Amonia
~0,01%
Hidrogen deuterida (HD)
0,000 7%
Etana
Es:


Amonia

air

amonium hidrosulfida(NH4SH)
Posted by Unknown On 12:48 AM


Venus atau Bintang Kejora adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah Merkurius. Planet ini memiliki radius 6.052 km, diameter 12.104 km. Atmosfer Venus mengandung 97% karbondioksida (CO2) dan 3% nitrogen, sehingga hampir tidak mungkin terdapat kehidupan.
Venus mengorbit selama 224,7 hari Bumi. Planet ini dinamai dewi cinta Romawi dan keindahan. Setelah Bulan, ini merupakan obyek alami terang di langit malam, mencapai magnitudo tampak dari -4.6, cukup terang untuk melemparkan bayangan. Karena Venus merupakan planet rendah dari Bumi, ia tidak pernah muncul untuk usaha jauh dari Matahari : elongasi maksimum mencapai 47,8 °. Venus mencapai kecerahan maksimum sesaat sebelum matahari terbit atau segera setelah matahari terbenam, yang untuk alasan ini telah disebut oleh budaya kuno sebagai Bintang Fajar atau Bintang Sore.
Atmosfer
Venus memiliki Atmosfer. Tekanan Atmosfer di permukaan planet adalah 92 kali lipat dari Bumi. Dengan suhu permukaan rata-rata 735 K (462 ° C, 863 ° F), Venus adalah jauh planet terpanas di tata surya. Ia tidak memiliki siklus karbon untuk mengunci karbon kembali ke permukaan batu dan fitur, juga tidak tampaknya memiliki kehidupan organik menyerap dalam biomassa. Venus mungkin telah memiliki lautan di masa lalu, tetapi ini akan menguap karena suhu naik karena efek rumah kaca. permukaan Venus adalah kering desertscape diselingi dengan slab-seperti batu dan berkala disegarkan oleh vulkanisme.

Permukaan Tanah

Permukaan Venus adalah subyek spekulasi sampai beberapa rahasia yang diungkapkan oleh ilmu pengetahuan planet pada abad ke-20. Ini akhirnya dipetakan secara detail oleh Proyek Magellan pada tahun 1990-91. Tanah menunjukkan bukti vulkanisme yang luas, dan belerang di atmosfer mungkin menunjukkan ada beberapa letusan baru-baru ini.
Sekitar 80% dari permukaan Venus ditutupi oleh halus, dataran vulkanik, yang terdiri dari 70% dataran dengan pegunungan dan dataran kerut halus atau lobate 10%. Utara Benua disebut Ishtar Terra. Gunung tertinggi di Venus adalah Maxwell Montes, yang terletak pada Ishtar Terra. Puncaknya adalah 11 km di atas ketinggian permukaan Venus. Selatan benua disebut Aphrodite Terra, Sebuah jaringan fractures dan kesalahan meliputi sebagian dari daerah ini.
Tidak adanya bukti aliran lava yang menyertai salah satu kaldera terlihat tetap teka-teki. Planet ini memiliki beberapa kawah, menunjukkan permukaan relatif muda, sekitar 300 - 600.000.000 tahun. Selain dampak kawah, pegunungan, lembah-lembah dan umum ditemukan pada batu bintang, Venus memiliki sejumlah fitur unik permukaan. Di antaranya adalah datar atasnya fitur vulkanik yang disebut "farra", yang terlihat agak seperti pancake dan berbagai ukuran dari 20-50 km di seluruh, dan 100-1000 m tinggi, radial, bintang-seperti sistem fraktur yang disebut "nova"; fitur dengan baik dan radial konsentris patah tulang menyerupai jaring laba-laba, yang dikenal sebagai "arachnoids", dan "korona", cincin melingkar dari patah tulang terkadang dikelilingi oleh depresi. Fitur-fitur ini adalah gunung berapi di asal.
Kebanyakan fitur permukaan Venus diberi nama setelah sejarah dan mitologi perempuan. Pengecualian adalah Maxwell Montes, dinamai James Clerk Maxwell, dan dataran tinggi daerah Alpha Regio, Beta Regio dan Ovda Regio. Tiga mantan fitur yang bernama sebelum sistem saat ini telah diadopsi oleh International Astronomical Union, badan yang mengawasi planet nomenklatur.
Para bujur fisik fitur pada Venus yang dinyatakan relatif terhadap para meridian utama. Perdana asli meridian melewati titik radar-terang di tengah lonjong fitur Hawa, terletak di sebelah selatan Alpha Regio. Setelah misi Venera diselesaikan, meridian utama didefinisikan kembali melewati puncak sentral dalam kawah Ariadne.
Penamaan
Nama alternatif
Zohrah, bintang kejora, bintang timur, bintang barat
Ciri-ciri orbit
Epos J2000
Aphelion
108.942.109 km
0,728 231 28 SA
Perihelion
107.476.259 km
0,718 432 70 SA
Sumbu semi-mayor
108.208.930 km
0,723 332 SA
Eksentrisitas
0,006 8
Periode orbit
224,700 69 hari
0,615 197 0 tahun
Periode sinodis
583,92 hari
Kecepatan orbit rata-rata
35,02 km/s
Inklinasi
3,394 71° ke Ekliptika
3,86° ke ekuator Matahari
2,19° ke bidang variabel
Bujur node menaik
76,670 69°
Argumen perihelion
54,852 29°
Satelit
Tidak
Ciri-ciri fisik
Jari-jari rata-rata
6.051,8 ± 1,0 km
0.949 9 Bumi
Kepepatan
< 0,000 2
Luas permukaan
4,60×108 km²
0.902 Bumi
Volume
9,38×1011 km³
0.857 Bumi
Massa
4,868 5×1024 kg
0.815 Bumi
Massa jenis rata-rata
5,204 g/cm³
Gravitasi permukaan di khatulistiwa
8,87 m/s2
0,904 g
Kecepatan lepas
10,46 km/s
Hari sideris
243,018 5 hari
Kecepatan rotasi
6,52 km/j
Kemiringan sumbu
177,3°
Asensio rekta bagi Kutub Utara
18 j 11 min 2 d
272,76°
Deklinasi bagi Kutub Utara
67.16°
Albedo
0,65
Suhu permukaan
   
Kelvin
   
Celsius
min
rata-rata
maks

735 K


461,85 °C

Magnitudo tampak
hingga -4,6 (sabit)
-3,8 (penuh)
Diameter sudut
9,7" — 66,0"
Atmosfer
Tekanan permukaan
9,3 MPa
Komposisi
~96,5% Karbon dioksida
~3,5% Nitrogen
0,015% Belerang dioksida
0,007% Argon
0,002% Uap air
0,001 7% Karbon monoksida
0,001 2% Helium
0,000 7% Neon
jejak Karbonil sulfida
jejak Hidrogen klorida
jejak Hidrogen fluorida